Pernah mendengar istilah garam cina di dapur atau pada kemasan makanan instan? Banyak orang mengenalnya, tapi tidak semua tahu apa itu garam cina sebenarnya. Ada yang mengira itu garam laut asal Tiongkok, padahal bukan. Sebagian lagi menilai bahan ini berbahaya, namun faktanya tidak sesederhana itu.
Artikel ini akan membahas secara tuntas tentang pengertian garam cina, kandungan kimianya, fungsi dalam makanan, manfaat, hingga efek sampingnya bagi kesehatan. Dengan membaca artikel ini sampai habis, kamu akan lebih paham bagaimana cara bijak menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari.
Apa Itu Garam Cina Sebenarnya?
Secara ilmiah, garam cina adalah Monosodium Glutamate (MSG), yaitu senyawa garam natrium dari asam glutamat — salah satu jenis asam amino alami yang berperan penting dalam sistem saraf manusia.
MSG pertama kali ditemukan oleh Kikunae Ikeda, seorang ilmuwan asal Jepang, pada tahun 1908. Ia meneliti rasa khas dari kaldu rumput laut kombu dan menyimpulkan bahwa rasa gurih yang muncul disebabkan oleh asam glutamat. Dari sinilah konsep rasa “umami” lahir — rasa kelima setelah manis, asin, asam, dan pahit.
Namun, karena penggunaannya pertama kali populer melalui produk impor dari Tiongkok, masyarakat Indonesia lalu mengenalnya dengan istilah garam cina.
Kandungan Utama Garam Cina
Secara kimiawi, MSG mengandung:
-
78% asam glutamat
-
12% natrium
-
10% air
Kandungan ini bekerja sama menghasilkan rasa gurih alami yang memperkuat cita rasa makanan tanpa perlu menambah banyak garam dapur.
Fungsi Garam Cina dalam Masakan
Bagi para koki, MSG atau garam cina dianggap sebagai flavor enhancer — bahan yang memperkuat rasa alami makanan. Saat digunakan dalam jumlah tepat, garam cina dapat:
-
Menambah rasa gurih pada sup, tumisan, dan daging
-
Menyeimbangkan rasa asin, manis, dan pedas
-
Membuat makanan terasa lebih lezat tanpa perlu menambah banyak bumbu
Contohnya, dalam masakan Tionghoa, Jepang, hingga Indonesia seperti bakso, mie ayam, atau nasi goreng, MSG sering digunakan untuk memberikan sensasi rasa umami yang khas dan sulit digantikan dengan bahan lain.
Namun, yang menarik adalah garam cina tidak memiliki rasa gurih jika dicicipi langsung. Ia hanya bekerja saat bercampur dengan bahan makanan lain melalui proses pemanasan atau pelarutan air.
Sejarah Singkat dan Persebaran Garam Cina di Dunia
Setelah ditemukan oleh Ikeda, produksi MSG secara komersial dimulai oleh perusahaan Jepang bernama Ajinomoto pada tahun 1909.
Dalam waktu singkat, bahan ini menyebar ke seluruh Asia, termasuk Tiongkok dan Indonesia, karena terbukti mampu membuat makanan lebih sedap.
Namun, pada tahun 1968 muncul kontroversi yang dikenal dengan istilah “Chinese Restaurant Syndrome”. Seorang dokter bernama Robert Ho Man Kwok menulis surat ke The New England Journal of Medicine, menyebut bahwa ia mengalami gejala seperti sakit kepala dan jantung berdebar setelah makan di restoran Cina.
Sejak saat itu, banyak orang menganggap garam cina berbahaya. Tapi benarkah begitu? Mari kita bedah secara ilmiah.
Benarkah Garam Cina Berbahaya?
Isu bahwa MSG berbahaya sebenarnya sudah lama diteliti.
Faktanya, lebih dari 40 penelitian ilmiah dari berbagai negara membuktikan bahwa garam cina aman dikonsumsi, selama digunakan dalam jumlah wajar.
Menurut FAO (Food and Agriculture Organization) dan WHO (World Health Organization), MSG termasuk bahan tambahan makanan yang aman (GRAS – Generally Recognized As Safe).
Badan POM RI juga telah menyatakan bahwa MSG tidak menimbulkan efek negatif bagi kesehatan bila tidak dikonsumsi secara berlebihan.
Namun, sebagian orang memang lebih sensitif terhadap MSG. Mereka bisa mengalami gejala ringan seperti:
-
Pusing
-
Rasa haus berlebih
-
Kesemutan di wajah
-
Mual
Kondisi ini dikenal sebagai MSG Symptom Complex. Meski begitu, efeknya biasanya hilang dalam waktu singkat dan tidak menyebabkan kerusakan permanen.
Takaran Aman Konsumsi Garam Cina
Menurut Joint FAO/WHO Expert Committee on Food Additives (JECFA), batas aman konsumsi MSG adalah 30 mg per kilogram berat badan per hari.
Artinya, jika berat badanmu 60 kg, batas aman konsumsi MSG per hari sekitar 1.800 mg atau setara dengan ½ sendok teh garam cina.
Sebagai perbandingan:
-
1 sendok teh garam dapur mengandung sekitar 2.300 mg natrium.
-
1 sendok teh MSG hanya mengandung 500 mg natrium.
Artinya, menggunakan MSG justru bisa mengurangi asupan garam dapur berlebih, sehingga membantu menjaga tekanan darah.
Manfaat Garam Cina untuk Tubuh
Meskipun sering mendapat stigma negatif, garam cina punya manfaat nyata jika digunakan dengan benar.
1. Menurunkan Konsumsi Garam Dapur
MSG memberikan rasa asin dan gurih lebih kuat dengan kandungan natrium lebih rendah. Dengan mengganti sebagian garam dapur menggunakan MSG, kamu bisa mengurangi risiko hipertensi dan penyakit jantung.
2. Meningkatkan Nafsu Makan
Bagi anak-anak atau lansia yang sulit makan, tambahan sedikit MSG bisa memperbaiki cita rasa makanan dan meningkatkan selera makan tanpa menambah banyak kalori.
3. Membantu Penyerapan Protein
Asam glutamat, komponen utama MSG, berperan dalam metabolisme dan penyerapan protein di usus kecil. Hal ini penting bagi proses regenerasi sel dan sistem imun.
4. Membantu Diet Rendah Garam
Dalam program diet rendah natrium, MSG bisa menjadi alternatif untuk menjaga rasa makanan tetap lezat meskipun garam dikurangi.
Efek Samping Garam Cina Jika Dikonsumsi Berlebihan
Namun tentu saja, segala sesuatu yang berlebihan tidak baik. Jika dikonsumsi terlalu banyak, MSG bisa menimbulkan efek sementara seperti:
-
Rasa haus dan tenggorokan kering
-
Pusing ringan
-
Nyeri dada ringan pada individu sensitif
-
Mual atau keringat dingin
Untuk menghindari hal ini, selalu gunakan secukupnya — maksimal ½ sendok teh per masakan keluarga.
Selain itu, hindari mencampur MSG dengan terlalu banyak bahan pengawet atau penyedap buatan lain karena bisa memperberat kerja hati dan ginjal dalam jangka panjang.
Perbedaan Garam Cina dan Garam Dapur
Banyak orang masih mengira MSG dan garam dapur sama. Padahal keduanya berbeda secara kimiawi dan fungsional.
| Aspek | Garam Cina (MSG) | Garam Dapur (NaCl) |
|---|---|---|
| Kandungan utama | Monosodium Glutamate | Natrium Klorida |
| Rasa dominan | Gurih (umami) | Asin |
| Natrium | Lebih rendah | Lebih tinggi |
| Fungsi utama | Penyedap rasa | Pemberi rasa asin |
| Efek bagi tubuh | Aman jika moderat | Berisiko hipertensi jika berlebihan |
Dari tabel di atas, terlihat bahwa MSG justru bisa membantu mengurangi konsumsi natrium jika digunakan dengan tepat.
Alternatif Alami Pengganti Garam Cina
Bagi yang tetap ingin menghindari bahan tambahan sintetis, ada beberapa alternatif alami pengganti MSG, seperti:
-
Kaldu jamur tiram atau jamur shitake
Mengandung glutamat alami yang memberikan rasa umami tanpa bahan tambahan. -
Tomat dan kecap asin alami
Keduanya kaya asam glutamat, memberikan rasa gurih alami pada masakan. -
Keju parmesan
Sumber umami alami yang sering digunakan dalam masakan Barat. -
Kaldu tulang (bone broth)
Kaya kolagen dan asam amino yang menciptakan rasa gurih tanpa penyedap buatan.
Meskipun alami, tetap gunakan secukupnya agar rasa masakan tetap seimbang dan sehat.
Perspektif Ahli Gizi Tentang Garam Cina
Menurut Dr. Hardinsyah, ahli gizi dari IPB University,
“MSG bukan musuh kesehatan. Justru bisa menjadi solusi untuk mengontrol asupan garam jika digunakan dalam kadar yang tepat.”
Senada dengan itu, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) juga menegaskan bahwa MSG bukan bahan berbahaya.
Yang perlu diperhatikan adalah porsi dan frekuensi penggunaannya, bukan penghapusannya total dari menu makanan.
Pandangan Saya: Gunakan Garam Cina dengan Cerdas
Sebagai penulis dan pemerhati nutrisi, saya berpendapat bahwa demonisasi garam cina sering kali disebabkan oleh miskonsepsi publik.
Padahal, banyak bahan alami seperti tomat, keju, atau rumput laut juga mengandung glutamat alami yang sama seperti MSG.
Masalah muncul ketika orang menggunakannya berlebihan untuk menutupi rasa makanan yang buruk atau basi.
Kunci sehat bukan menghindari MSG, tapi menjaga keseimbangan konsumsi dan memilih bahan makanan segar.
Tips Aman Menggunakan Garam Cina di Dapur
-
Tambahkan MSG di tahap akhir memasak agar tidak rusak oleh panas berlebih.
-
Gunakan hanya seujung sendok teh untuk satu porsi keluarga.
-
Jangan mencampurnya dengan bumbu instan lain yang sudah mengandung MSG.
-
Perhatikan reaksi tubuh, terutama jika kamu sensitif terhadap zat tambahan.
Dengan cara ini, kamu bisa menikmati rasa gurih maksimal tanpa khawatir efek samping.
Kesimpulan: Garam Cina Aman Asal Digunakan dengan Bijak
Kini kamu sudah tahu apa itu garam cina dan bagaimana cara menggunakannya secara aman.
MSG atau garam cina bukan bahan berbahaya, melainkan penyedap rasa yang aman dan efisien jika dikonsumsi dalam batas wajar.
Faktanya, penggunaan MSG justru bisa membantu mengurangi asupan natrium berlebih dari garam dapur, menjaga tekanan darah, dan membuat makanan terasa lebih lezat.
Gunakan secukupnya, kenali batas tubuhmu, dan pilih makanan alami yang segar.
Dengan begitu, garam cina bisa menjadi sahabat dapur yang menambah cita rasa tanpa mengorbankan kesehatan.










Leave a Reply